Sunday, 11 August 2013

One Direction Fanfiction : You're Not For Me (Part X)

You're Not For Me

Bab X : Beautiful things 

Suara burung berkicau di jendela , Neko dengan semangatnya menjilati-ku agar aku terbangun . Mulai kubuka mataku , kulihat ini sudah pagi . Aku segera beranjak dari tempat tidur dan segera ke kamar mandi untuk mandi .

Aku menatap ke sekeliling-ku .. Kamar-ku .. mungkin ini terakhir kalinya aku ke hotel ini .. 

Aku segera memasukkan pakaian dan lainnya yang akan dibawa pulang , dan tentu saja Neko , ia sudah ku sisir rapi agar terlihat cantik . Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu , aku segera mendekati pintu dan membuka pintunya .. ada Harry disana , wajahnya terlihat sedih ..
"Harry ?" tanyaku khawatir
"I will miss you babe" ucapnya dengan tiba-tiba langsung memelukku erat .. aku sangat terharu .. aku adalah fans 1D .. mereka menyayangiku ? bahkan dengan mudahnya aku bisa memeluk mereka .. mungkin teman-teman directioners-ku dirumah akan iri padaku , karena aku bisa mendapatkan pelukan dari one direction dengan mudahnya .. aku sangat senang , aku sangat terharu .. aku sangat mencintai 1D .. sampai kapanpun aku akan mendukung One Direction .. 
Harry mulai melepaskan pelukannya dan menatapku penuh cinta
"Don't forget me" ucapku sambil menangis kecil terharu
"That's impossible !" ucap Harry langsung memelukku kembali "I will never forget you .. beautiful things .." lanjutnya
"Ayo kita kebawah yang lain sudah menunggumu" ucap Harry sambil melepaskan pelukannya , aku dengan cepat menghapus air mataku mengangguk lalu mulai turun ke lantai bawah , aku masih menangis karena terharu dan sebenarnya belum siap untuk pergi .. tapi .. terlalu lama disini .. kurasa terlalu sakit ..

Tak berapa lama kami sudah sampai di ruang tamu lantai paling bawah , semua sudah menunggu dan duduk melingkari meja . Aku memandang mereka yang memandangku juga . Mereka terlihat tersenyum ke arahku .. aku bisa melihat Esther sudah membawa koper besar disebelah Zayn  .. duduk di sebelah Zayn .
"Morning baby" ucap kak Liam langsung memberiku pelukan hangat untuk sebentar .
"Anything you want to say before you go ?" tanya Louis sambil tersenyum manis
"Zayn" itulah yang keluar dari mulutku .. semua diruangan hening seperti hanya aku dan Zayn saja yang ada "Kau tak mau Esther pergi , kan ?" tanyaku sambil mulai berlinang air mata .. aku benci .. aku yang cengeng .. Zayn menatapku khawatir "don't worry , i know you still love her .. just answer me" ucapku .. semua diam .. Esther menatap Zayn bingung , namun aku tau dia senang
"Yeah .. " ucap Zayn sambil menatap Esther , Esther membalas Zayn dengan senyuman senang .. aku cemburu ? tentu saja ! siapa yang tak cemburu menyaksikan ini didepan mata sendiri ? lelaki yang kucintai .. tapi .. aku harus ingat apa yang dikatakan kak Liam .. kalau cinta tak harus memiliki .. itu adalah kalimat yang sangat membosankan tapi .. kita tak bisa mengelak kalau itu benar .
"Sabina .. kau tak harus melakukan ini" ucap Esther sambil menatapku , terlihat khawatir
"Aku tahu kau senang , dan aku tahu kau menginginkan ini .. tak usah munafik .. aku tahu kau mencintai Zayn .. " ucapku sambil sedikit terisak , aku berusaha untuk terlihat kuat .. tapi air mata ini .. terus berlinang dan membuatku terlihat lemah .. "Zayn katakanlah yang mau kau katakan pada Esther .. kumohon" lanjutku menatap Zayn yang merasa iba padaku "Do it" tekanku
"Esther .. aku tak ingin kau pergi .. aku mencintaimu .. masih sangat mencintaimu .. aku tak mau kehilangan kesempatan ini .. untuk bisa kembali memilikimu .. aku .." ucap Zayn sambil memegang kedua tangan Esther erat "Aku sangat mencintaimu .. kumohon jangan pergi .. aku ingin kau ikut aku dan yang lain tour .. aku akan mengenalkanmu pada dunia" lanjutnya .. dadaku semakin sesak , tubuhku terasa panas .. semua rasa itu tetap aku sembunyikan dalam senyuman palsu yang kupasang di wajahku
"Aku juga sangat mencintaimu Zayn .. aku juga ingin kau kembali lagi padaku .. aku sangat mencintaimu .. sangat !" ucap Esther sambil menangis terharu , Zayn tersenyum senang lalu memeluk Esther erat .. Aku melihat sekeliling , Louis , Niall , Harry , Kak Liam , Alyson , Josh entah kenapa tak terlihat senang , dengan masih terisak aku sedikit berkata keras
"Ayo guys , kau harus senang ! sungguh aku tak apa-apa" ucapku sambil menangis , entah kenapa Josh tiba-tiba berdiri dan memelukku kencang , aku bingung dan kaget .. Josh memelukku sangat erat .. aku tak mengerti .. apa yang dia lakukan ? Harry tiba-tiba ikut memelukku juga , semua langsung memelukku !
"Aku kagum dengan kebaikanmu .." ucap Josh setengah berbisik , aku langsung menangis lebih deras lagi , semua terlihat kasihan padaku .. tapi aku tak suka mereka menganggapku lemah , dengan cepat aku melepaskan pelukan mereka ..
"Kurasa aku harus cepat-cepat pergi" ucapku sambil menghapus air mataku dan menghilangkan sisanya
"Sabina" ucap Zayn mendekatiku , aku menatapnya gugup , aku telah membuatnya malu .. aku merasa bersalah .. tiba-tiba Zayn memelukku cepat dan lembut 
"Kenapa .." ucapnya sangat lembut "Kenapa kau lebih mementingkanku dibandingan hatimu sendiri ?"
"Karena aku sangat mencintaimu Zayn .. cinta yang sesungguhnya adalah melihat orang yang dicintainya itu bahagia .." ucapku sambil menangis
"Tapi kenapa dengan cara seperti ini ? kenapa kau membiarkan aku begitu saja ?" tanyanya pelan dan amat sangat lembut
"Because i just realized .. You're Not For Me" 

Sungguh berat rasanya menghadapi kenyataan .. aku sangat mencintai Zayn .. sebenarnya aku tak bisa melepaskannya .. tapi apa daya .. Zayn bukan untukku dan aku bukan untuk Zayn .. 

Air mata terus mengalir membasahi pipiku .. aku sungguh tak pernah menyangka akan begini jadinya .. aku sangat mencintai One Direction .. aku sangat mencintai mereka .. tapi kenapa hanya Zayn yang membuat rasa cintaku padanya terasa berbeda ? .. Mungkin sampai kapanpun aku tak akan pernah bisa mengetahuinya .. biarkan rasaku ini masih menjadi misteri .. 

Zayn memelukku sangat erat .. aku bingung .. apakah Esther tak cemburu melihat ini ? 

Tak lama Zayn melepaskanku dengan perlahan dan amat lembut 
"Kau adalah gadis terhebat yang pernah kutemui" ucap Zayn sambil tersenyum lembut , menghapus air mataku .. bisa kurasakan tangannya yang lembut dipipiku .. aku menatapnya sangat dalam , aku bisa melihat bayanganku dimatanya .. matanya yang berwarna coklat indah .. tapi tak bisa kah dia lihat dihatiku kalau wajahnya selalu terniang ? .. bodohnya aku ..

Harry lalu mendekatiku 
"Sabina , aku pasti akan bertemu kau lagi , tapi ingat jangan lupakan aku" ucap Harry nada bercanda
"Tentu saja !" ucapku sambil tertawa dan memeluk Harry dengan cepat , Harry membalasnya dengan erat juga dan sedikit mengangkatku .
"Sabina .. terima kasih atas segala yang kau lakukan .. aku kagum sekali padamu" ucap Esther sambil mendekatiku "Mungkin kau tak mau memelukk.."
tanpa basa basi aku langsung memeluk Esther cepat dan lumayan erat 
"Aku minta maaf , jika kasar denganmu .. Tentu saja aku cemburu padamu" ucapku sambil tersenyum padanya
"Tidak tidak ! harusnya aku yang minta maaf" ucap Esther sambil menahan haru , tak lama aku melepaskan perlahan pelukannya , aku tersenyum lembut padanya , dia membalasku dengan senyuman manisnya
"Jangan sakiti Zayn .. jangan buat ia menangis" ucapku berbisik pada Esther , ia terlihat sedih .. 
"SABINA !!" ucap Niall keras merusak suasana , dengan cepat ia memelukku sangat erat 
"NIALL I CA--N'T BRE-ATH !" ucapku sambil sesak , Niall langsung melonggarkan pelukannya dan memelukku lembut 
"Aku senang aku bisa mengenalmu sedekat ini , terima kasih atas pengertianmu selama ini .. aku melewati lumayan banyak hal penting bersamamu .. terima kasih Sabina .. I love you so much !! dan jangan lupa jaga Neko !" ucap Niall sambil memelukku lebih erat , aku meneteskan air mata lagi karena terharu , aku sangat senang .. sangat senang bisa seperti ini .. 
"Apalagi aku .. aku tak pernah membayangkan aku bisa bertemu orang sehebat dan sekuat kamu Niall .. and i love you too ! juga .. aku berjanji akan menjaga Neko sampai akhir hayat hidupnya ! " ucapku sambil tertawa dan membalas pelukannya dengan erat , Niall perlahan melepaskan pelukannya . Lalu tiba-tiba Niall mengambil sesuatu yang ia simpan di sakunya
"Ini untukmu" ucap Niall sambil menarik tanganku dan menaruh sesuatu di tanganku , seperti ...
"Kalung ?" tanyaku bingung , ini kalung yang diberikan Niall untuk Esther dan Esther mengembalikannya "Tapi ... kau bilang ini untuk orang yang special ?"
"kau kira kau tak special untukku ?" tanyanya
"I don't know" jawabku bingung "kurasa aku tak pantas menerima kalung cantik ini" ucapku sambil mencoba mengembalikan tapi Niall menolak
"haha tak usah dramatis begitu ! Menurutku orang special tidak selalu orang yang aku cintai dan ingin kujadikan pacar .. Teman yang berada disampingku saat aku membutuhkannya itu adalah orang yang special untukku .. jadi kau pantas menerimanya" ucap Niall sambil tersenyum manis , aku tersenyum senang dan langsung memeluk Niall dan mengatakan 'Thank you so much' lalu melepaskan pelukannya perlahan
"See you again Sabina" ucap Louis sambil tersenyum manis padaku , ia perlahan memelukku dengan lembut . Diantara the boys , aku sedikit kurang dekat dengan Louis , tapi aku suka Louis dia terkadang kekanak-kanakan tapi terkadang juga ia terlihat dewasa , aku menyukainya
"See you" ucapku sambil tersenyum pada Louis dan melepaskan pelukannya
"Hey" ucap Josh sambil tersenyum kaku padaku .. hmm tidak biasanya
"Hanya 'Hey' ?" tanyaku , Josh lalu tertawa kecil 
"Tentu saja tidak , ayo peluk aku !" ucap Josh sambil tertawa , aku memeluknya , Josh membalasnya dengan pelukan erat 
"Josh .. terima kasih atas semuanya .. terima kasih sudah mau mengenalku dan dekat denganku .." ucapku pelan 
"Yeah terima .. kasih juga .. aku sangat .. menyayangimu .." ucap Josh aneh .. ia sedikit gugup , aneh sekali
"Oww .. yeah sama-sama .. aku juga menyayangimu" ucapku membalas
"Tidak bukan begitu .." ia melepaskan pelukannya , ia menatapku dalam , aku bingung , semua melihatku dan Josh .. ini sedikit menggangguku ..
"Ohh lihat Taxi-nya sudah datang !" ucap kak Liam keras , aku segera berbalik dan melihat taxi-nya . Kak Liam mendekatiku dan memelukku erat
"Bilang pada papa dan mama kalau aku sangat mencintainya" ucap kak Liam
"Itu pasti" jawabku sambil melepaskan pelukan kak Liam "Semoga sukses tour-nya ya kak ! jangan kecewakan aku .." ucapku , kak Liam tersenyum senang sambil memelukku kembali sangat erat dan mengecup keningku sebentar lalu melepaskan pelukannya .
"Jangan lupakan aku ya ! ingat namaku 'Alyson' " ucap Alyson sembari matanya berkaca-kaca
"Aku akan selalu mengingatmu , kau sudah seperti kaka-ku !" ucapku sambil memberinya pelukan , ia memelukku hangat , lalu melepaskannya 
  
"Aku .. sangat senang bisa bertemu idolaku dan orang yang tak kusangka akan berarti banyak bagiku" ucapku sambil melirik Alyson dan Josh "Aku sangat senang bisa menjadi adik kak Liam .. aku sangat bangga padanya .. aku sangat mencintai kalian .. aku sangat tak percaya ini bisa terjadi .. terima kasih atas semua yang telah kalian semua berikan padaku .. aku sangat beruntung .. kurasa aku directioners paling beruntung di dunia .. dan kau tau .. aku berjanji akan selalu menjadi fan kalian" ucapku sambil menangis haru
"Not just 'Fan' ! you're a directioners ! that's different !" ucap Louis , aku tertawa kecil sambil mengangguk setuju 
"See you guys ! I love you guys so much !" ucapku , semua tersenyum dan membalas 'I love you too' .. Aku segera keluar melewati pintu hotel dan sebelum aku membuka pintu taxi ...
"SABINA !" ucap Josh sambil menarik tanganku 
"Josh ?" tanyaku bingung
"Jangan dulu pergi .. please"
"Tapi aku harus .. taxi-nya udah nunggu" ucapku bingung
"Ini penting" ucap Josh serius , aku mengangguk gugup .  "Aku sangat sayang sama kamu .."
"Aku juga sayang sama kamu Josh"
"Bukan .. bukan .. bukan itu yang aku maksud" ucap Josh cepat . Josh pegang kedua tangan aku , he look me in the eyes , aku membalasnya dengan tatapan bingung "Aku cinta sama kamu .. aku rasa kamu menarik .. dan .."
"Josh .. Cinta itu gak bisa dilihat dari kemenarikan seseorang .. cinta itu .. dimana kamu sudah menentukan pada siapa separuh hatimu akan diberikan. " jelasku serius
"Dan aku sudah menentukan siapa orang yang pantas untuk menerima separuh hatiku ini .. it's you .." ucap Josh sambil memindahkan tangannya ke kedua pipiku dan membelainya lembut
"Dalam satu minggu ini ?" tanyaku , Josh mengangguk bingung "Tak mungkin .. yang kamu rasakan itu baru rasa suka .. kamu belum cinta dan benar-benar sayang padaku .. kamu belum mengenalku lebih jelas dan tau banyak tentangku .. itu bukan cinta Josh .." jelasku 
"Lalu bagaimana kau dengan Zayn ? kau menyukai Zayn hanya dalam beberapa hari dan kau sebut itu cinta kan ?" tanyanya
"Karena aku merasa sudah dekat dengannya .. aku directioners dan aku sudah tau banyak tentangnya melalui fact , dan sebenarnya dalam seminggu ini , aku sudah banyak menghabiskan waktu bersamanya , dia selalu terbuka padaku .. aku merasa sangat nyaman dengannya .. aku sudah akan memberinya separuh hatiku untuknya , tapi sayangnya ia .. tak  mau menerimanya .. aku mencintainya .."
"tidak padaku ?" tanyanya sedih
"Belum .." ucapku , Josh melepaskan pegangannya , aku segera membuka pintu taxi dan masuk , sebelum aku menutup Josh bertanya lagi
"Jadi kau menolakku ?"
"Entahlah , aku tidak bisa menyebutnya sebagai penolakan .. justru itu petunjuk untukmu .. kau harus mencari tau banyak tentangku , dan temukan apa arti cinta saat kau memutuskan aku .. untuk menjadi separuh hatimu itu .. arti cinta itu berbeda .. setiap orang punya arti cinta menurutnya sendiri .. dan aku ingin kau menemukan jawabannya .." jelasku sambil tersenyum padanya , ia terlihat sedih namun perlahan kurasa ia mengerti 
"Aku mengerti .. aku akan membuktikannya" ucapnya sambil tersenyum manis padaku
"Bye Josh" ucapku sambil menutup pintu Taxi

Taxi mulai berjalan , Josh masih melihat taxi-ku dan aku menatapnya .. aku tak percaya .. benarkah Josh mencintaiku ? .. aku tak pernah menyangka dia akan mencintaiku .. huuuh ... sudahlah .. banyak hal aneh terjadi di hotel itu .. dan semuanya tak pernah ada yang terbayangkan olehku ..

Aku akan selalu menunggumu Josh .. selalu akan menunggu jawabanmu ..


***

"Sabina !!" ucap mama yang sudah menungguku dirumah 
"Mama !" ucapku sambil memeluk mama
"Mama kangen sama kamu" ucap Mama sambil membalas pelukanku sangat erat
"Yaelah ma , kan cuma 1 minggu aja"
"Seperti satu tahun tahu !" kata mama tinggi
"Iyadeh .. Sabina juga kangen sama mama" ucapku , mama memelukku lembut lalu mengecup pipiku 
"haha mama , aku bukan anak 10 tahun lagi" ucapku sambil tertawa kecil
"Jadi kalau kamu sudah seumur sekarang mama tak boleh memelukmu dan menciummu lagi ?" tanya mama terlihat sedih
"Haha engga ma ! boleh banget ! kan Sabina sayang mama !" ucapku , aku langsuk memeluk mama erat dan tak lama melepaskannya . 
"Sabina  , my sweetie girl !" ucap papa yang langsung memelukku dan mengecup keningku penuh sayang
"Papa !" ucapku tinggi
"Lho kenapa ?" tanya papa bingung
"Katanya Mama kesepian ? kan ada papa disini maa ?" tanyaku tinggi
"Soalnya mama ngerasa gak mau jauh dari kamu , gak ada yang nemenin mama untuk melakukan hal yang biasa wanita lakukan" jelas mama sambil tertawa
"Dasar mama , papa !" ucapku tinggi sambil tertawa , papa langsung merangkulku dan membawaku duduk di living room
"Jadi bagaimana liburan bersama kak Liam dan teman nyanyi-nya itu ?" tanya papa
"Unforgettable" jawabku singkat , sambil tersenyum lebar
"Jadi kau berpacaran dengan salah satu teman kak Liam ?" tanya papa jahil
"Papa ! apaan sih ?" ucapku malu . Mama hanya tertawa melihatnya
"Haha , pipinya merah tuuh , jadi bener , kan ?" tanya papa nada jahil
"Enggaaaa !" ucapku sewot .. papa langsung menenangkanku sambil tertawa bersama


***

... Sebenarnya sih agak kecewa karena aku tak bisa terus sama 1D untuk lebih lama .. tapi aku juga gak mau jauh dari keluargaku yang bahagia ini .. tapi lebih bahagia lagi , kalau kak Liam tak sibuk dengan tour-nya itu =( .. tapi ya sudahlah ..

Aku masih tak menyangka sampai saat ini .. aku tak nyangka semua ini bisa terjadi dalam hidupku .. dari aku menyatakan cinta pada Zayn , bertemu orang yang paling aneh yang pernah aku temui (Esther) , dan yang paling aku tak nyangka adalah seorang Josh bisa menyukaiku ? .. haha dia cukup dewasa sebenarnya , tapi kenapa dia menyukai wanita manja sepertiku ? well .. aku akan tanya itu nanti saat aku bertemu dengan Josh ..

Kau dengar Josh ? aku akan menunggumu .. ingin kutahu seberapa besar rasa sukamu itu padaku ? atau cintamu ? sebenarnya aku ingin bertemu seorang lelaki yang mencintaiku ... seperti aku mencintai Zayn Malik ... 


***

2 days later

From : kak Liam xxx

Bilang ke mama dan papa , aku sedang melanjutkan tour-ku bersama the boys , minta do'a dari mama dan papa ya , Sabin xx

To : Kak Liam xxx

Sip kaa , jaga diri kaka yaa .. jaga kesehatan dan semoga tour-nya lancar ..
bilang ke the boys dan semuanya juga .. aku sayang kaka xx

From : Kak Liam xxx

Siap ! aku juga sayang sama Sabin xxx

... Handphone-ku bergetar lagi , siapa ?

From : Unknown

Hey Sabin , Zayn's here
Aku hanya mau bilang padamu .. aku sangat berterima kasih padamu .. dan aku minta maaf jika aku pernah menyakitimu selama ini .. Sabina .. aku sangat menyayangimu dan jangan pernah kau lupakan itu . Dan aku sangat berharap kalau masalah yang terjadi tak akan merubah pertemanan kita .. 

Dan aku berterima kasih , untuk beberapa hari ini Esther akan ikut dengan kami untuk tour . Dan jangan lupa cek internet , karena aku akan memperkenalkan Esther pada dunia .. itu semua berkatmu .. terima kasih Sabin .. i love you 

To : Unknown

Hey Zayn .. Tak perlu berterima kasih , aku tak melakukan apapun agar kalian bisa bersama . Itu hati kalian yang memutuskan . Dan tour-mu dengan Esther, aku tak sabar ingin melihatnya , jangan lupa kirim pesan padaku ya !

Aku pasti cek internet . 
Dan .. i love you too Zayn (:


 ***

2 months later

From : Unknown

Hey i knew the answer ! 
you know Sabin , like Taylor Swift said . This is important

Please , don't be in love with someone else
Please , don't have somebody waitin' on you

Josh xxxx

To : Unknown

Like Adam Young said .. 
I was never in love with someone else
I never had somebody waitin' on me (:


***

Hari terus berlalu.. bulan terus berlalu ... senangnya malam natal akhirnya sudah tiba , aku tak bisa menunggu kapan kak Liam akan datang .. semoga ini bisa jadi malam natal terbaik yang pernah ada

"MERRY CHRISTMAS MOM AND DAD !!" ucapku keras pada mama dan papa yang sudah menyiapkan makan malam khusus malam natal , aku mengecup pipi mama lanjut ke papa , lalu duduk di kursi yang sudah disediakan
"Merry christmas too sweetie" ucap mama sambil mengecup pipiku lembut .. tapi ada yang aneh dari mama , kenapa mama terlihat sedih ?
"Ada apa ma ?" tanyaku ikut sedih
"Liam .. sepertinya .. ia tak bermalam natal dengan kita" ucap mama sedih , papa terlihat sedih juga mendengarnya
"Kan masih ada Sabina maa .. jadi mama gak usah sedih ya" ucapku menghibur mama
"Mama hargain kamu disini sayang" ucap mama sambil membelai lembut kepalaku
"Kak Liam itu sibuk maa .. mama harus ngerti yaa , tapi aku janji .. aku gak akan membuat natal ini jadi natal yang buruk .." ucapku sambil menghibur mama yang sudah mulai tersenyum dan mengecup pipiku lagi
"Kalau begitu kita mulai makan dulu , tapi pertama buat permintaan di hari natal yang indah ini yaa" ucap papa yang memulai memimpin do'a .. 

Mama dan papa mulai berdo'a , aku pun memejamkan mata dan ... berbisik dalam do'a-ku
"Tuhan .. aku mohon janganlah hanya aku , mama , dan papa merayakan natal ini .. tolong .. datangkanlah orang special di kehidupan kami dan ikut merayakan natal bersama kami .. Amen .." 

Aku mulai membuka mata , mama terlihat tersenyum padaku , papa mulai mengambil makanan yang sudah tersedia di meja makan , tepat aku mau mengambil piring ..
*TENGNING* bunyi bel pintu begitu keras mengagetkanku , mama dan papa 
"Biar Sabina aja yang buka yaa ma" ucapku , mama mengangguk meng'iya'kan . 

Aku segera mendekati pintu dan membukanya ...
"Merry Christmas !" ucapnya keras , aku sangat kaget dan teriak melihatnya ! Seseorang berkostum Santa Clause lengkap dengan karung besar yang aku tak tahu isinya sedang tersenyum lebar menyambutku membuka pintu . 
"Sorry , who are you ?" tanyaku bingung
"I'm Santa !! do you believe in Santa ?" tanyanya masih tersenyum lebar
"I believe in Santa .. but , i don't believe Santa come to my home and has a mustache like that" jelasku
"Okay .. you're a smart girl .." ucap orang itu , senyum-nya yang lebar sudah mulai mereda "It's me" ucapnya lagi .. tapi suaranya beda , tidak seperti suara Santa yang aku dengar tadi .. suara itu .. sepertinya aku kenal .. dia mulai melepaskan topi Santa-nya yang menyambung dengan kumis dan jenggot putih lebat-nya itu .. dan .. tunggu itu ?! 
"JOSH ?!!" ucapku kaget sekaligus senang
"Yeah !" ucapnya sambil tersenyum lebar , tapi .. nampaknya ia terlihat canggung
"So glad you were here" aku dengan cepat memeluknya karena senang , lalu melepaskannya dengan cepat karena malu , jadi ikut canggung ..
"So with us" ucap Josh tersenyum lebar
"Us ?" tanyaku bingung . Tak lama muncul 2 orang yang sangat aku sayangi .. aku sudah tak asing dengan mereka .. Tentu saja !!
"Kak Liam !!" ucapku sambil memeluk kak Liam erat dan cepat saking bahagianya , kak Liam membalas pelukanku dengan sangat erat juga .. Aku sangat bahagia sekali , bisa kurasakan senyuman lebar terus membuat pipiku terasa pegal saking senangnya aku !
"Cepat kedalam dan bagaimana reaksi mama dan papa , mereka pasti akan sangat senang !" ucapku sedikit tinggi saking senangnya
"Haha tentu saja .. tapi .. tak ada yang mau kau ucapkan pada Zayn ?" tanya kak Liam , aku segera melihat Zayn yang kurasa sedikit aku acuhkan karena masih teringat kejadian 6 bulan yang lalu .. tapi aku tak berhak marah sedikit-pun pada Zayn .. apalagi ini malam natal ..
"Hey" ucapku sedikit canggung sambil tersenyum padanya , ia membalas senyumku dengan sangat manis .. seketika jantungku mulai berdegup cepat
"Hey ? hanya hey ? baiklah , aku yang mulai .. merry christmas ! have a great christmas for ya !" ucap Zayn terlihat semangat dan ceria tanpa canggung sedikit pun , aku tak pernah melihat Zayn se-ceria itu , aku sangat senang ! ini seperti Zayn yang berbeda .. tapi dalam sisi yang baik tentunya ..
"New Christmas .. new Zayn" ucapku . Zayn tersenyum , membuka kedua tangannya .. aku lansgung memeluknya sambil sedikit malu , lalu melepaskannya perlahan .. Zayn menatapku , aku menatapnya .. 
"Oww let's get in !" ucap kak Liam keras , sambil menuntun aku , Josh dan Zayn kedalam rumah .

Beberapa langkah singkat itu , aku dan 3 orang tamu special-ku sudah sampai di meja dimana aku , mama dan papa tadi merayakan natal .
"Liam !" ucap mama langsung berdiri , kak Liam perlahan mendekati mama dan memeluk mama , mama membalasnya dengan kecupan hangat di pipi kak Liam 
"Aku pasti akan bernatal bersama mama" ucap kak Liam sambil tersenyum .. mama menangis karena terharu , kak Liam lalu memeluk mama untuk menenangkan 

Setelah tangisan mama mereda , kak Liam mulai melepaskan pelukannya .
"Ohh , dan kau bawa teman !" ucap mama senang
"Yeah , ma .. ini..."
"Zayn dan Josh .. i know" ucap mama cepat
"Sabina cerita banyak tentang kalian berdua" ucap papa 
"PAPA !" ucapku kaget , aku langsung malu , Zayn dan Josh melihatku sambil tersenyum jahil membuatku tambah malu .
"Haha tidak apa-apa , asalkan bercerita yang baik" ucap Zayn "And Merry Christmas Mr. and Mrs. Payne" ucap Zayn mendekati mama sambil memberikan salaman , begitupula pada papa .
"Kalau begitu , silahkan duduk dan makan saja yang ada yaa .." ucap mama 
"Mungkin kita bisa ngobrol banyak hal ?" tanya papa
"tentu saja Mr.Payne" ucap Josh sembari duduk di kursi pas sebelahku 

Semua mulai mengambil piring masing-masing , dan mengisi-nya dengan makanan yang meneurut masing-masing enak . Hanya dentingan piring yang kudengar , semua sedang makan dengan sopannya .
"This is soo delicious Mrs.Payne , you cooked this ?" tanya Josh sembari memuji
"Oh thanks Josh , you're so kind .. Sabina juga membantu banyak saat aku memasak" jelas mama
"Ohh pantas makanan-nya sangat enak" puji Josh lagi membuat pipiku semakin merah "Maaf , Mrs. Payne , tapi apakah kau tak memiliki pembantu ?" 
"Ohh kami punya , tapi kami sudah mengizinkannya untuk merayakan natal bersama keluarganya .. yeah kau tau , natal itu waktu yang sangat tepat untuk bersama keluarga .." jelas mama ramah
"Aku setuju .. " ucap Josh terlihat sedih
"Lalu kenapa kau tak merayakan natal bersama keluargamu , Josh ?" tanya papa sopan
"Mama dan papa sedang di luar negeri" ucap Josh mulai tersenyum kembali
"Ohh .. maaf.. dan .. Zayn ?" tanya papa
"Zayn seorang muslim pa , jadi dia tak merayakan natal" jelasku sambil tersenyum pada Zayn terlebih dahulu , Zayn membalasku dengan senyuman manisnya lagi
"Yeah .. papa lupa" 
"Sorry Mrs. Payne .. dimana kamar mandi-nya ?" tanya Josh
"Ohh disana , dekat dapur .. " jawab mama
"Dan dimana dapurnya ?" tanya Josh lagi
"Ohh .. saya jadi pusing .." ucap mama
"Bagaimana kalau Sabina kasih tau dimana kamar mandi-nya" tawar papa sambil tersenyum jahil ke arahku , aku seketika bengong dan seketika pula wajahku berubah menjadi merah
"Ohh itu ide yang sangat bagus" ucap Josh sambil tersenyum jahil ke arahku 
"Okay .. i'll do it .. tapi hilangkan senyuman jahil papa dan kau Josh !" ucapku sambil cemberut , semua tertawa melihat tingkahku 

Aku dan Josh segera beranjak dari tempat duduk dan segera pergi ke dapur 
"Ini dapur , nah sebelah situ kamar mandinya" ucapku "Sudah , kan ? aku tak mau menemanimu masuk ke kamar mandi ok , bye !" ucapku langsung beranjak pergi , tapi tiba-tiba Josh menarik tanganku , menyentuhnya dengan lembut .. 
"Apa ada kamar mandi di lantai 2 ?" tanyanya
"Umm .. Ye--ah ... " jawabku bingung
"Aku mau kamar mandi yang di lantai 2" ucap Josh jahil
"Tapi ..." 
"PLEASE" pintanya dengan wajah tulus membuatku luluh
"Okay okay !" ucapku pasrah

Aku dan Josh segera menaiki tangga , dan sampai di lantai 2 
"Itu sebelah sana kamar mandi , bisa dilihat dari sini kan ?" tanyaku
"Lihat bintang itu ! indah sekali bagaimana kalau kita keluar ?"
"Tapi..." 
"Ayolah !" ucap Josh langsung menarik tanganku dan keluar ke teras lantai 2 yang tak cukup besar itu ..

Masih bisa kurasakan tangannya memegang pergelangan tanganku .. ia mulai menurunkan tangannya dan .. memeluk telapak tanganku dengan lembut .. seketika jantungku berdegup cepat .. aku menghindari tatapan matanya yang mengarah ke arahku itu ..
"Sabina .." panggilnya lembut
"Ada apa Josh ?" tanyaku sedikit canggung
"Do you remember my text ?" tanya Josh serius
"Of course , i do" jawabku .. huh aku sangat canggung untuk membicarakan hal ini
"Ayolah  ... tanya saja .. apa yang ingin kau tanyakan ?" tanya Josh
"Well ... so ... apakah kau sudah tahu definisi cinta menurutmu itu ?" tanyaku
"Itu pertanyaan yang aku tunggu .." ucap Josh tersenyum menggoda kearahku , aku segera merautkan wajah menunggu jawaban 
"Baiklaaah .. menurutku .. cinta adalah .. dimana kamu merasakan jantungmu berdegup cepat saat matamu bertemu dengan matanya .. CInta adalah dimana kamu selalu nyaman bersama dengan orang yang kau cintai .. Cinta adalah dimana kau selalu tersenyum tanpa alasan , padahal kau sedang memikirkannya .. Cinta adalah suatu kebahagiaan yang bisa kita dapatkan asal kau mau melewati berbagai hal menyakitkan terebih dahulu .. karena cinta .. terlalu berharga untuk diberikan kepada orang yang dengan mudahnya mendapatkan kebahagiaan cinta .. " jelas Josh cepat , aku tersenyum malu mendengarnya .. itu .. sangat romantis 
"And ?" tanyaku
"Dan aku merasakan itu semua saat bersamamu .. itu yang aku rasakan padamu .. sehingga aku bisa menemukan apa definisi cinta menurutku" jelas Josh sambil tersenyum kepadaku , aku membalas senyumannya ..
"Jadi .. apakah kau sudah tau banyak tentangku ?" tanyaku 
"Well .. aku sudah tanya banyak selama 6 bulan pada Liam .. kurasa aku sudah tau cukup banyak tentangmu" jawabnya jago
"Benarkah ? sebutkan yang kau tahu" 
"Baiklah ! aku akan sebut semuanya" ucapnya serius "Kau sangat suka film 'LOL' , 'The Host' , 'Titanic' , 'Twilight' , 'Harry Potter' dan yang paling kau suka 'Walk to remember'  . Kau senang menggunakan dress agar orang-orang bisa melihat sisi feminin-mu . Kau senang dengan lelaki yang lebih tua , karena saat kau bersamanya kau bisa lebih belajar untuk dewasa . Awal kau menjadi directioners kau pernah ingin mencat rambutmu menjadi hitam agar bisa seperti Zayn . Kau sering menggunakan hoodie Liam , karena kau ingin diketahui kalau kau adalah adiknya , dan kau bangga akan itu . Kau sangat manja dan sangat ingin bersama mama dan papa .. kau sangat .. "
"Okay okay that's enough" ucapku sambil mengacungkan jariku agar Josh berhenti "Itu sudah cukup untukku" jawabku sambil tersenyum dan tertawa
"So .. will you be my girlfriend ?"
"umm that's boring ! not romantic .." ucapku menguji
"Okay !" ucap Josh , tiba-tiba ia mulai berbicara keras "I LOVE YOU SO MUCH SABINA !! YOU ARE SO BEAUTIFUL ! I LOVE YOU SO MUCH ! FOR GOD AND FOR ALL SPECIES IN THE WORLD ! I BEGGING YOU ! PLEASE BECOMING MY GIRLFRIEND ! BECAUSE I REALLY LOVE YOU ! NEVER FELT LIKE THIS BEFORE ! THIS IS THE BIGGEST LOVE THAT I EVER FEEL ! AND I PROMISE .. I WILL NEVER MAKE YOU CRY ! AND I ..."
"Okay Josh , sudah cukup !" ucapku malu sambil tersenyum amat malu
"Baiklah .. jadi apa jawabanmu ?" tanya Josh sambil memegang kedua tanganku , matanya menatap mataku .. jantungku berdegup cepat .. aku mulai membuka mulutku untuk bicara dan ..
"Ternyata kalian disini !" ucap seorang lelaki yang suaranya tak asing itu
"Ohh yeah Zayn .. tadi .. aku .." 
"Sudahlah Sabina , kasihan Josh .. apa jawabanmu ?" tanya Zayn "Anggap saja aku tak ada"
"Can't do it .. it's privacy .. aku ingin tempat yang sepi"
"Woo ! i'm afraid !" ucap Josh jahil
"No ! bukan itu yang kumaksud ! ahhh ! baiklah ..." ucapku mulai serius , Josh menatapku dalam seakan tak ada Zayn yang memperhatikan "It's a ... " ucapku amat pelan
"Sorry aku tak mendengarnya , apa ?" tanyanya lagi , aku yakin dia sudah dengar
"It's a ..."
"Maaf maaf , apa ?"
"IT'S A YES !" ucapku yang sudah mulai naik darah . Dengan cepat Josh memelukku erat dan saking eratnya membuatku sedikit terangkat ! 
Tiba-tiba Josh menurunkanku , melonggarkan pelukannya .. menatapku dalam dan Josh mulai menutup matanya perlahan ia mendekatkan wajahnya ke arahku ....
"Josh !" ucapku tinggi membuat Josh membuka matanya "Ada orang disini !" 
"Zayn bilang anggap saja dia tak ada" ucap Josh alasan
"Tapi aku tak mau , itu privasi" ucapku lagi
"Baiklah baiklah , bagaimana kalau ...." ucap Josh yang dengan cepat mengecup pipiku dengan lembut 
"Josh !" ucapku kaget
"Hey itu hanya pipi !"
"tapi kau belum meminta izin dariku !" ucapku tinggi 
"Hey sudahlah kalian ! baru saja berpacaran 3 menit yang lalu sudah berkelahi begitu !" ucap Zayn sambil tertawa
"Bagaimana kau tahu kita baru berpacaran 3 me...." ucapanku terhenti dan kaget sekali ! Zayn sedang merekamku dengan i-phone-nya ! sontak aku kaget dan berteriak pada Zayn !
"Zayn ! kau jahat sekali !!" ucapku keras 
"Aku akan meng-upload-nya ke youtube ! ini sangat romantis !" 
"Zayn jangaaaan !" ucapku keras , aku mengejar Zayn karena malu , Zayn menghindarinya dengan sangat baik kurasa ... Tiba-tiba sepasang tangan memelukku dari belakang 
"Sudahlah tidak apa .. biarkan saja" ucap Josh sambil memelukku lembut dari belakang , perlahan aku mulai tenang
"Baiklah terserah .." ucapku cemberut , Josh menuntunku sambil tertawa
"Ayolah jangan begitu , kau tak cantik lagi kalau begitu !" 
"Kalau begitu bilang saja aku jelek !"
"Haha tidak juga .. kau wanita paling cantik yang pernah kutemui !" ucap Josh sambil mengecup pipiku lama , membuatku cepat-cepat menghindar ..
"JOSH !" ucapku keras , Josh dengan cepat tertawa dengan masih memelukku penuh sayang
"Uuuuh kalian romantis sekali !" ucap Zayn 
"Zayn i hate you !" ucapku bercanda
"Baiklah kalau begitu , aku takkan meng-uploadnya , hanya memperlihatkan pada yang mau lihat saja , bagaimana ?" tanya Zayn 
"Baiklah deal !" ucapku 
"Nah begitu" ucap Josh sambil memelukku lebih erat lagi 
"Berhenti memelukku , okay ?" 
"Baiklah , hanya satu kecupan di pipi lagi ?" tanya Josh yang tanpa izin-ku sudah mengecup pipiku cepat 
"That's enough !" ucapku keras sembari menahan malu .. bisa kulihat di kaca wajahku semua merah
"Baiklah maaf .. ayo turun kalau begitu" ucap Josh lembut kembali , melepaskan pelukannya dengan lembut dan menarik tanganku dengan lembut
"Hey apa aku tak diajak ?" tanya Zayn cemberut
"Haha sorry ! come here" ucapku mendekati Zayn dan menggandeng tangannya , Zayn lalu merangkulku seperti aku pasangannya 
"Hey hey hey !" ucap Josh melihatku dengan muka cemburu "Kau sudah tak mencintai Zayn lagi kan ?" tanya Josh cemburu
"Entahlah kurasa masih .." ucapku serius
"Yeah kurasa aku juga mulai menyukai Sabina" sambung Zayn .. Josh dengan cepat sangat cemberut , aku dan Zayn tertawa melihatnya
"That's just a joke !" ucap Zayn sambil tertawa
"Haha iyaaa , lagipula Zayn menyukai Esther" ucapku sambil tertawa "Oiya ! bagaimana kau dengan Esther ?"
"Kami baik-baik saja , sebenarnya dia sekarang sudah berpindah profesi menjadi asisten kantoran , bukan aktris , aktor , band , atau penyanyi" jelas Zayn
"Baguslah kalau begitu" ucapku
"Ehem .." ucap Josh yang masih cemberut menuruni tangga itu
"Josh !" ucapku mendekati Josh sambil menggandengnya , Josh mulai tersenyum jahil yang selalu aku tak suka itu 
"Apa aku tampan ?" tanyanya tiba-tiba 
"Haha .. well i like your hair" ucapku 
"Just my hair ?" tanyanya seperti anak kecil
"All of you .." ucapku merayu 
"I love you .." ucap Josh sambil tersenyum jahil lagi
"I love .. Zayn !" ucapku bercanda
"It's not funny !" ucap Josh cemberut lagi
"Okay okay .. i love you Josh .. so much !" jawabku sambil mengecup pipi Josh lembut , membuat Josh kaget 
"I love you more than anything !" ucap Josh tersenyum serius , aku pun membalas senyumannya penuh cinta
"Sudahlah kalian membuatku iri !" ucap Zayn , kami semua tertawa bersamaan ..
Sungguh momen yang indah ..


***

Sepertinya malam natal terbaik itu adalah hari ini .. malam dimana aku bisa Move-On dan berpacaran dengan orang yang tak pernah kusangka akan menjadi pacarku .. bukan berarti aku tak senang ! aku sangat senang , aku bisa menjadi pacar seorang drummer hebat seperti Josh .. aku akan berusaha untuk mempertahankan hubungan ini .. meskipun sedikit lucu ! tapi bukan berarti aku tak bisa mempertahankan hubunganku ! aku mencintai Josh .. seperti aku mencintai Zayn dulu .. meski aku belum bisa mengungkapkannya dalam kata-kata .. 

Intinya .. aku sangat senang .. sedikit tak jelas tapi .. kurasa sudah kuceritakan jelas kisahku ini .. aku berharap semua orang bisa merasakan kebahagiaan yang aku rasakan ini .. tapi , aku melaluinya dengan berbagai sayatan tentunya . 

Aku beruntung .. aku sangat beruntung .. aku merasa seperti orang paling beruntung di dunia ! dan aku syukuri itu ! xxx

Terima kasih Tuhan sudah memberi natal terbaik dan mempertemukan aku dengan orang-orang yang sayang padaku .. kau memang sangat baik dan adil =)


Josh .. you're my beautiful things that i ever have , and i really happy for that !

Guys ini adalah part terakhir dari fanfict You're Not For Me . 
Akhirnya bisa selesai juga hingga part X . Aku mau mengucapkan banyak terima kasih untuk yang sudah membaca fanfict ini , dan juga minta maaf yang sebenar-benarnya jika ceritanya gaje , membosankan , dan kurang dimengerti , minta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan , karena aku juga pasti banyak salah . 

Sekali lagi terima kasih untuk mau membaca fanfict pertama-ku ini .. semoga kalian suka yaa .. =))

See you at the next post !!

One Direction Fanfiction : You're Not For Me (Part IX)

You're Not For Me


Chapter IX : Best Night



Kulihat jam menunjukkan pukul 5.00 PM . Aku segera pergi keluar kamar untuk sedikit menghirup udara segar .. tunggu .. bukankah Niall akan menyatakan perasaannya pada Bonnie ! sial ! aku hampir saja melupakannya .. Aku segera pergi berlari ke kamar Niall tapi .. seseorang menabrakku dan itu .. Esther ..
"Hey Sabina" ucapnya , nadanya masih tegas tapi tak sinis
"Hey" ucapku canggung "Lucu .. kau tak memanggilku Miss.Payne"
"Zayn mengajariku bagaimana menjad asisten favorit the boys , aku bisa mencontoh sedikit dari Alyson" jelasnya 
"Awesome" ucapku bernada menyindir
"Sabina .. dengar .. aku tau kau masih kesal denganku . Aku juga akan begitu jika aku jadi kau .. tapi .. itu dulu oke ? aku minta maaf akan sikapku , kau tahu Zayn mengajariku banyak hal dan .. dia membuat aku disukai para the boys , mereka tidak membenciku lagi , dan kau tahu mereka mendukungku dengan Zayn"
"ohh .. so cool , tapi aku harus pergi" ucapku ingin cepat-cepat menjauh dari Esther , tapi Esther menarik tanganku
"Sabina .. kumohon maafkan aku .. aku serius" ucapnya penuh harap
"Esther .. aku sudah memaafkanmu , tapi kenapa baru sekarang ?"
"Karena aku sudah tau yang sebenarnya" ucapnya tersenyum , baru pertama kali aku melihat ia tersenyum seperti itu padaku , biasanya yang aku lihat senyuman kepicikannya tapi kali ini .. ia tersenyum .. benar benar tersenyum
"Kebenaran apa ?" tanyaku bingung
"kebenaran kalau kamu dan Zayn memang tak ada apa-apa . Zayn sangat menyayangimu , karena dia menganggapmu adik . Dan aku sangat minta maaf akan kelakuanku . Aku benar-benar minta maaf" ucapnya sangat bahagia , ia mengatakannya sangat lembut tapi seperti sindiran bagiku 
"Thanks for the truth then" aku berkata dengan sangat sinis dan pergi meninggalkannya , kurasa dia sakit hati .. tapi apa peduli ? dia sering melakukannya padaku .. dulu ..

Saat aku berlari kesal tiba-tiba seseorang mengagetkanku .
"Hey !" seseorang menepuk pundakku saat aku berlari , aku sedikit tersontak pelan karena kaget
"Niall ! kau mengagetkanku" ucapku masih kaget
"maaf .. habisnya kau daritadi kupanggil tak menengok" ucapnya , aku memperhatikannya lebih jelas .. ada yang beda dari penampilannya ia terlihat lebih tampan
"Wow .. kau sangat tampan Niall" ucapku , wajahnya berubah menjadi merah , ia terlihat sangat cute
"Sudahlah Sabina kau membuatku malu !" ucapnya masih malu 
"Okee maaf .. jadi bagaimana ? sudah siap ?" tanyaku
"Yeah ! sangat siap .. tapi aku sedikit gugup" ucapnya , tapi ia tak terlihat sedikit gugup .. ia terlihat sangat gugup
"Ayolah Nialler ! hanya menembak wanita saja kan ? C'mon Niall ! you're a star" ucapku menghibur
"Maksudku , bagaimana kalau reaksinya buruk ?"
"Terima atau tolak tak masalah , yang penting kau sudah mencoba" jelasku "jadi kau ajak bertemu dimana ?"
"Di tempat saat kita pesta barbeque" ucapnya gugup
"Kalau begitu ayo , aku akan selalu mendukungmu" ucapku , dia hanya tersenyum padaku , dan kami langsung pergi ke belakang hotel , tempat bagus untuk penembakan perasaan

Niall terlihat amat gugup , ia tak berhenti memainkan kedua tangannya , membuat aku tak bisa lepas darinya .
"Niall .."
"Yeah ?" jawabnya cepat membuatku kaget
"Bonnie wanita yang sangat cantik dan baik hati . Jika dia menolakmu , apa dia akan mendorongmu pergi ? tentu saja tidak !" 
"Maksudmu dia akan menolakku ?" tanyanya kaget
"Niall ! bukan itu yang aku maksud .. ohh Gosh !" 
"Maaf Sabin , aku hanya .. salah tingkah" ucapnya salting

Tak lama kami samapi di pintu belakang hotel , bisa kulihat ada Bonnie disana , dengan dress sederhananya tapi tetap membuatnya terlihat sangat cantik . Dia tak melihat aku dan Niall karena ia sedang melihat matahari yang hampir terbenam . Bisa kulihat ia memandangi matahari itu penuh harap . aku tak tahu apa yang ia harapkan ?  . 
"Sepertinya aku batalkan saja" ucap Niall mencoba pergi , aku dengan cepat menarik kardigannya
"Niall ! jangan jadi pengecut !" ucapku keras "Dia menunggumu ! apa kau tega membiarkannya menunggu ?"
"of course not"
"Then go and tell her how much you love her"
"Sabina .." dia menatapku aku menatapnya , bisa kulihat matanya yang selalu terlihat indah "Do'akan aku"
"Selalu" ucapku memberi tos pada pundaknya
"Sabina .. terima kasih" ucap Niall sambil memelukku erat membuatku sedikit susah bernafas
"Niall .. you're was-ting yo-ur ti-me !" ucapku sesak karena pelukan Niall
"Ohh .. Sorry !" ucapnya melepaskan pelukannya . Dia merapikan kardigannya "How do i look ?" tanyanya
"Kau bertanya itu karena kau memperlambat !" ucapku kesal "just goooo !" ucapku mendorong Niall keluar pintu . Bonnie melihat Niall aku langsung menyembunyikan diri dibalik barang-barang dan berusaha memperhatikan

"Hey Bonnie , sudah lama menunggu ?" tanya Niall gugup
"Tidak juga , entahlah aku nyaman berada disini , aku bisa melihat matahari tenggelam . wasn't it beautiful ?" tanya Bonnie lembut
"Yeah , itulah kenapa aku ingin bertemu kau disini , seperti saat itu , kita sering melihat matahari terbenam , cantik sekali" ucap Niall berusaha tak gugup . Bonnie menatapnya sedih "Kenapa ? , maaf aku tak bermaksud mengingatnya" ucap Niall cepat-cepat
"Tidak . Aku juga merindukan itu . Aku merindukanmu Niall . Besok aku akan pulang kerumah karena papah sudah menyelesaikan tugasnya , aku bisa pulang" ucap Bonnie . Niall terlihat kaget dan amat sedih , wajahnya yang daritadi memasang senyum gugup berubah menjadi wajah yang terlihat kaget
"Bonnie .. aku pasti akan merindukanmu" ucap Niall , sepertinya ia bingung harus bicara apa
"Yeah .." Bonnie terdiam sejenak dan bertanya "lalu kenapa kau mengajakku kesini ?" 

Seketika Niall terlihat tegang , ia memainkan tangannya yang ikut tegang , ia amat bingung dan sepertinya susah untuk bicara .
"Bonnie .." Niall menatap Bonnie yang sedang menatap matahari yang mulai terbenam , Bonnie menatapnya penuh bingung aku tak mengerti . Niall perlahan memegang kedua tangan Bonnie dan menatapnya dalam . Aku bisa melihat bagaimana Niall emnyembunyikan ketakutannya .
"Ada apa Niall ?"
"Bonnie .." Niall diam sejenak dan lebih menatap Bonnie "Aku mencintaimu .. aku tak tahu .. aku mencintaimu , sangat .. aku tak ingin kau pergi , aku masih ingin kau disini , atau mungkin ikut bersamaku , melakukan tour dan .. aku ingin kau menjadi pacarku .." ucap Niall wajahnya terlihat kaget dan menunggu jawaban , seketika raut kebingungan di wajah Bonnie hilang , ia nampak kosong dan tak percaya , ia melihat Niall dengan tatapan yang terlihat khawatir . Kenapa dengannya ? apakah Bonnie akan menolak Niall ? oohh jangan .. tolonglah .. kasihan Niall ..

"Niall .." Bonnie terdiam sejenak dan menunduk menjauhi mata Niall yang menatapnya penuh harap "Aku ..." Bonnie terdiam lagi , ia nampak sedih .. oh tidaak !
"Apapun jawabanmu .. aku akan terima" ucap Niall , ia nampak tegar , tapi aku yakin , ia sangat sedih
"Okay .. Niall .. kufikir .. kau akan dapat wanita yang lebih baik dariku"
"itu bukan jaawaban yang ingin aku dengar .. just yes or no" ucap Niall menekankan
"Okay , it's a not !" ucap Bonnie mengadah menatap Niall kembali . Niall terlihat kaget dan kecewa . Wajahnya amat sedih tapi ia tetap berpura-pura tegar . Bonnie juga nampak tak tega dan sedih melihat Niall .. "Niall , aku sangat minta maaf .. tapi aku tak bisa .. aku mencintaimu .. tapi .. aku sudah bertunangan" apa ?! Bonnie sudah bertunangan ?! aku tak pernah tahu itu ! maksudku .. kenapa ? kenapa ia tak bilang ? kasihan Niall .. "Ayahku dan Ayah tunanganku berteman baik dan kurasa aku merasa cocok dengannya .. Niall .. aku mohon maaf .. kufikir kau sudah tak ada rasa padaku sejak kau menjadi artis terkenal seperti sekarang .. kurasa jika aku berharap kau akan menaksirku lagi , hasilnya akan nihil .. tapi ternyata .. kau masih menyukaiku ?" tanyanya sedih
"Aku terima itu .. aku bisa mengerti" ucap Niall , bisa kulihat betapa kecewa dan kagetnya Niall ! wanita yang ia selalu taksir ternyata sudah memiliki tunangan ! ingin aku berlari dan memeluknya , agar ia merasa lebih baik , dan sedikit menyemangatinya .
"Niall .. i'm so sorry" ucap Bonnie nampak amat merasa bersalah .. Niall perlahan melepaskan tangan Bonnie dan menunduk .. Tak lama Bonnie mendekati Niall .. mendekati pipinya dan mengecup pelan dan lembut pipinya .. Bonnie lalu mengalungkan kedua tangannya di sekitar leher Niall dan meletakkan dagunya di pundak Niall dan berbisik "maafkan aku" .. Niall tak bereaksi apapun , ia sama sekali tak membalas pelukan lembut yang diberikan Bonnie .. Aku tau .. ini bukan saatnya Bonnie memberikan pelukan harapan pada Niall .. 
Perlahan Bonnie melepaskan tangannya dan menatap Niall yang berwajah murung dan amat sedih .. 
"Aku mengerti perasaanmu .." ucap Bonnie murung , perlahan ia memegang tangan Niall dan menaruh sesuatu di tangan Niall entah apa itu .. Aku tak bisa melihat apa itu .. Bonnie mulai mendekat ke tempat dimana aku berada .. aku segera menyembunyikan diriku agar sedikit tertutupi sebisa mungkin .. Ia berhenti sebentar di pintu belakang hotel .. Jantungku berdegup kencang .. apa ia tahu aku ada disini , bisa kulihat jelas Bonnie berdiri disana ...

Aku melihat .. Bonnie mengeluarkan air matanya .. bisa kulihat air bening mengalir diwajahnya yang cantik ..

tak lama ia berjalan cepat menjauhi aku .. aku mulai tenang dan segera mendekati Niall yang sedang duduk di sebuah batu besar sambil menatap matahari yang sebentar lagi akan terbenam penuh , ia nampak sangat sedih .
"Niall .."
"Aku tak apa Sabin" jawabnya cepat "Lebih baik diungkapkan , dari pada tidak sama sekali" ucapnya bijak , aku langsung duduk disampingnya dan meraih sebelah tangannya dan menyandarkan kepalaku di pundaknya , ia menaruh kepalanya diatas kepalaku .. aku yakin ia butuh ini .. teman yang selalu ada untuknya .. aku ingin jadi teman Niall yang selalu ada untuknya ..
"Apa yang di berikan Bonnie padamu ?" tanyaku sudah tak bersandar di pundak Niall . 

Niall membuka tangan kanannya dan bisa kulihat kalung berbentuk hati dan ada panah di dalamnya , warnanya merah muda dan panahnya berwarna hitam .
"Menurutku itu tampak indah dan lucu , tapi kenapa dia memberikannya padamu ? sepertinya itu untuk wanita" tanyaku
"Dia tak memberikannya .. dia mengembalikannya" jawabnya tegar , tak nampak air mata disana .. ia masih menatap matahari yang 5 menit lagi akan terbenam .. aku menatapnya semakin bingung
"Aku tak mengerti .."
"Aku memberikan kalung ini pada Bonnie saat dia lulus SMA .. aku membelinya dengan harga yang tak begitu mahal , tapi aku tak mengungkapkan aku mencintainya .. aku hanya bilang , kalung ini hadiah kelulusan .. itu tak membuatnya curiga karena Bonnie sudah sering mendapat hadiah dari lelaki yang menaksirnya juga .. tapi .. aku masih tak percaya dia masih menyimpannya " jelasnya . Aku mulai mengerti sekarang . "Suatu saat aku akan memberikan kalung ini , pada seseorang yang sangat special"
"Seperti Bonnie ?"
"Dia memang special .. tapi tak ada yang lebih special dari keluargaku terutama orang tuaku dan the boys" ucap Niall tersenyum senang menatap matahari yang beberapa detik lagi akan tenggelam . Aku mengalungkan tanganku di tangan kiri Niall lagi , dan menaruh kepalaku di pundaknya , bisa kulihat matahari tenggelam .. Pertama kali aku melihatnya .. aku sangat senang .. bisa melihat ini dengan idolaku .. Niall James Horan .. 


***

Cahaya dari luar jendela mendobrak jendelaku yang tirainya tak tertutup . Bisa kulihat Neko , kucing dari Niall sudah terbangung dan menanti makanannya . Aku segera bangun dan memberi makan kucing kesayanganku itu . Aku segera pergi mandi , berias dan pergi ke ruang makan hotel seperti biasa .. Tapi saat aku diperjalanan menuju ruang makan , handphone-ku berdering .. aku segera mengangkatnya .. ternyata ini dari mama ..
"Halo Ma ?" 
"Halo sayaaaang" ucap mama dengan nada khas-nya yang selalu penuh cinta
"Iya ma , ada apa ?"
"Mama kangen sama kamu .. mama gak ada yang nemenin dirumah .. kamu kapan pulang sayang ?" tanya mama terdengar sedih
"Secepatnya ma , mungkin besok .. Sabina juga kangeeeen banget sama mama" ucapku masih sambil berjalan menuju ruang makan 
"Besok ? bagus sekali !" ucap mama senang "tapi maafkan mama yaa merusak kesenanganmu dengan para idola-mu" 
"Ma .. idola aku nomor 1 itu adalah mama" 
"ooohhh that's so sweet baby" ucap mama penuh cinta 
"Yaudah , kalau gitu nanti Sabina hubungi mama lagi yaa , tapi pasti Sabina akan pulang kok besok pagi atau malam"
"Iyaa . Nanti mama masakin makanan special untuk kamu yaa"
"haha iyaa mama . Yaudah ya ma , Sabina mau makan dulu . Sabina sayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget sama mama"
"Mama juga sayaaaaaaaaaaaaaaang banget sama Sabina . Yaudah sana makan , bye"
"bye mom" aku langsung menutup telponnya dan segera memperccepat langkahku , tapi saat aku menuju ke ruang makan ..

"Hey .. kenapa kalian ada disini ?" tanyaku bingung melihat the boys , Josh dan wow itu Alyson !! "Alyson ?!" ucapku kaget . Alyson membuka kedua tangannya dan aku langsung menghampirinya dan memeluknya senang , kami mungkin kenal sebentar tapi sudah seperti teman bertahun-tahun lamanya . Harry tiba-tiba memeluk aku dan Alyson yang sedang berpelukan . Kami semua tertawa senang dan berbahagia . Alyson mendorong Harry untuk melepaskan pelukannya . Aku tertawa senang melihat tingkah Harry yang lucu , semua the boys juga menikmatinya dan menanggapinya sebagai candaan . 

Pandanganku tertuju pada Zayn yang terlihat berbeda
"Zayn .. kakimu ? kau sudah tak memakai tongkat ?" tanyaku senang
"Yeah .. kakiku sudah membaik tapi .. tak total .. masih perlu sedikit pemulihan" ucapnya dengan senyum senang
"Ohh aku ikut senang mendengarnya .. dan Alyson .. aku sangat senang kau kembali" ucapku menghadap Alyson lagi
"Ahaha terimakasih pretty" ucapnya tersenyum senang 
"Big Hug !" ucap Harry sambil memelukku di tangan kirinya dan memeluk Alyson di tangan kanannya 
"Ohh HARRY !" ucap Alyson tinggi . Harry langsung tertawa , the boys-pun tertawa senang .. sungguh momen yang berharga
"Tapi .. Alyson , apakah kau takkan kuliah ?" tanya Louis lembut
"Guys .. aku sangat khawatir sekali saat mendengar kalian menggagalkan tour karena Zayn tersandung insiden .. Aku benar-benar tak konsen .. aku suka pekerjaan menjadi asisten kalian .. aku ingin bersama kalian guys .. aku .. aku tak bisa jauh dari kalian , aku mencintai kalian" ucap Alyson terharu
"That's so sweet Aly , hug me " ucap Louis dengan nada terharu , Alyson langsung memeluk Louis dengan penuh sayang , Aly terharu hingga meneteskan air matanya
"Aly .. kami selalu menganggapmu bagian dari kami . kami semua juga sangat mencintaimu" ucap Kak Liam sambil merangkul Alyson dan memeluknyaa
"Boys .. thank you so much !" ucap Aly senang , Harry terlihat murung , itu membuat Aly bertanya "dan kau kenapa Harry ?" Harry menggelengkan kepala dengan muka cemberut "Okee Harry aku mengaku .. aku juga merindukanmu !" ucap Alyson sambil tertawa .. Harry terlihat terseyum merayu dan membuka kedua tangannya . Alyson giggles lalu membalas kedua tangan Harry yang terbuka . Semua the boys terlihat tertawa gembira . Aku sangat senang melihatnya ..
Tapi tunggu .. aku teringat sesuatu
"Tapi .. bagaimana dengan Esther ?" tanyaku , semua terdiam .. Zayn terlihat murung lalu Josh menjawab semua keheningan ini
"Esther harus kembali , karena Alyson sudah kembali . Dia harus pergi .." ucap Josh
"Kapan dia akan pulang ?" tanyaku berusaha terdengar tak peduli
"Malam ini .. dia sudah mengepakan barang-barangnya" jawab Louis . Aku melihat Zayn , dia terlihat sangat sedih dan murung . Sepertinya benar , Zayn masih mencintai Esther .. ini sangat menyakitkan menghadapi kenyataan ini .. tapi .. aku tak tega melihat Zayn begitu sedih .. 

"Dan kita harus mengucapkan selamat tinggal pada Bonnie , dia sudah akan ke bandara pagi ini , kau ikut ?" tanya Harry
"Tentu .. tentu saja" ucapku sambil tersenyum kecil , aku melihat lagi ke arah Zayn . Ia sangat sedih menerima kenyataan kalau Esther akan pergi .. aku yakin itu ..
"Kalau begitu ayo" ucap Alyson . 

Semuanya pergi menuju kamar Bonnie , aku bisa melihat ada beberapa orang bertubuh besar dan seorang lelaki tampan , tinggi dan menggunakan baju seperti orang penting. Bonnie sedang menyuruh 2 orang bertubuh besar itu untuk membawa kopernya .

Beberapa langkah lagi kami sampai di dekatnya .. dan ..
"Hey" ucap Niall gugup
"Ohh hey .. guys" jawab Bonnie sedikit kaget
"Wow kau kenal boyband ini ?" tanya lelaki tampan dan tinggi itu 
"Yeah" jawabnya sambil tersenyum lembut . Lelaki itu langsung merangkul Bonnie layaknya seorang pacar , Bonnie terlihat sedikit gugup , sepertinya karena ada Niall .
"He's my boyfriend , Ronald" jelas Bonnie , semua the boys terlihat kaget , kecuali Niall .. ia terlihat sedih dan murung
"Senang bertemu dengan kalian stars !" ucap Ronald ramah sambil tertawa kecil . Semuanya tidak menjawab sepertinya mereka merasa kasihan dengan Niall .
"Jadi .. ada apa ?" tanya Bonnie
"Kami mau mengucapkan selamat tinggal padamu" jawab Harry lembut
"Terima kasih boys , Sejujurnya aku pasti akan merindukan kalian .. Terutama kau Niall" ucap Bonnie menatap Niall lembut , Niall hanya tersenyum kecil lalu menundukkan kepalanya
"Baiklah sayang , sebaiknya aku tunggu dibawah" ucap Ronald lembut , sambil mengecup lembut kepala Bonnie . Semua terlihat terdiam . Tak lama Ronald menaiki lift dan hilang dari penglihatan .
"Bonnie , sangat sebentar kau disini .. tapi kau sangat baik dan .. kau .. sudah seperti sahabat kami" ucap Louis sangat lembut . Mata Bonnie berkaca-kaca dan tak bisa menahan keluar air matanya 
"Boys , aku juga senang bisa bertemu dengan kalian .. aku sangat senang bisa kenal kalian .. tak pernah terbayangkan aku bisa kenal dengan boyband terkenal seperti kalian , dan drummer hebat sepertimu Josh" ucap Bonnie masih menangis
"Semua barang yang mau dibawa sudah di bawa miss" ucap seseorang bertubuh besar
"Yeah tunggu saja dibawah terimakasih" ucap Bonnie cepat "Aku akan pergi sebentar lagi" 

Niall tiba-tiba memeluk Bonnie erat , membuat semua terdiam . 
"I will miss you too" ucap Niall lembut . Bonnie masih kaget namun membalas pelukannya erat , Bonnie terlihat meneteskan air mata . Bisa kulihat Niall sedih namun tak ada air mata disana .
"Aku tak tahu kapan kita akan bertemu lagi" ucap Bonnie masih menangis . Niall melepaskannya lembut sambil tersenyum sayang pada Bonnie . Bonnie menatapnya sedih .
"Jangan lupa undang kami saat kau menikah dengan Ronald" ucap Niall terdengar biasa tapi aku yakin itu menyakitkan . Bonnie terkaget
"Ohh !!" Bonnie terkaget dan semakin menangis , Bonnie tiba-tiba memeluk Niall erat dan menangis sedikit keras . Niall membalas pelukannya dengan lembut . 
Tak lama Bonnie melepaskan pelukannya . Masih kulihat air berkilauan di kedua pipinya , dia mencoba untuk tersenyum dan tegar , tapi ia tak dapat menahan air matanya yang tak henti keluar .. Ia berkali-kali menghapus air matanya , tapi tak ada guna .. air matanya terus bercucuran .
"Bonnie , we will miss you a lot" ucap Louis lembut dan memeluknya lembut lalu melepaskannya .. 
"Don't cry pretty" ucap Alyson sangat ramah , memeluk Bonnie beberapa detik lalu melepaskannya
"Niall benar , jangan lupa untuk undang kami" ucap Harry lalu memeluknya sebentar
Zayn tak mengatakan apa-apa , hanya tersenyum ramah lalu memeluknya pelan dan sebentar . Kak Liam juga tak mengatakan apa-apa , hanya memeluknya pelan dan mengakhirinya dengan senyuman yang ramah .
"Hey Sabinaa" ucap Bonnie , masih menangis namun mencoba menutupinya dengan senyuman manisnya
"Hey , you know , kita baru kenal tapi kau sudah seperti kaka-ku , kau sangat baik dan Ronald sangat beruntung punya tunangan secantik dan sebaik dirimu" ucapku . Bonnie terlihat terharu lalu memelukku sambil menangis , cukup lama ia memelukku , tak seperti ia memeluk yang lain .
"Thank you Sabina .." ucapnya lalu melepaskan pelukannya "Guys , aku senang sekali papa bisa kerja disini , sehingga aku bisa bertemu dengan orang sebaik dan sehebat kalian , terima kasih untuk semuanya.. This is so awesome !" ucap Bonnie sambil menangis senang dan terharu . "Okay .. kurasa ini waktunya" . 
Bonnie tak kuasa menahan tangisnya , ia melambaikan tangannya pelan dan perlahan berjalan menjauhi kami . Bisa kulihat tatapannya tertuju pada Niall .. Aku mengerti perasaannya .. 

Ia mulai menjauh .. dan hilang dari pandangan .. seketika hening .. 
Harry merangkul Niall 
"It's alright buddy !" ucap Harry menghibur , Niall menundukkan kepala dan mengadah sambil tersenyum kecil .. Kurasa ia sangat merasa kehilangan
"Dan sekarang giliranmu Sabina .. ini sulit diterima banyak orang penting dan hebat yang kita temui dalam 6 hari ini , aku tak percaya ! ini minggu terbaik yang pernah kutemui , kecuali kejadian Zayn" ucap Louis
"Aku setuju" ucap kak Liam "Kapan kau pulang Sabin ?" tanya kak Liam
"Besok pagi atau malam .. Mama kesepian dirumah" jawabku
"Kalau begitu mari kita rayakan sebelum kau pergi ?" tanya kak Liam
"Itu ide yang bagus !" jawab Niall tersenyum senang
"Yeah .. aku senang .. tapi bagaimana cara kita merayakannya ?" tanyaku
"Bagaimana kalau nanti malam kita adakan pesta barbeque lagi , kuharap takkan ada masalah lagi" usul Louis
"Aku setuju saja" jawab Harry "Aku tak percaya kau sudah ingin pergi" 
"Ohh Harry , aku sangat senang berada dsini bersama kalian semua . Tapi .. kau dan yang lain tak mungkn akan di hotel ini terus kan ? kau pasti akan melanjutkan tour kalian" jawabku murung . Harry langsung memelukku sambil terlihat ia kehilangan
"Harry aku belum pergi .. simpan itu nanti" ucapku sambil tertawa .. Bisa kulihat the boys juga setuju akan itu .
"Haha okay" ucap Harry melepaskan pelukannya .
"Kita belum makan , kan ? bagaimana kalau kita makan ?" ajak Alyson
"Yeah shawty , aku juga lapar" jawab Harry sambil merayu
"Kalian saja makan , kurasa aku tak ikut" ucap Zayn , wajahnya sangat murung , semua mata mengarah ke Zayn , menatapnya bingung akan sikapnya . Zayn hanya berjalan pelan menuju kamarnya .. murung .. 
"Ohh aku benci Zayn yang satu itu !" ucap Louis
"Kenapa ?" tanyaku berusaha terdengar tak peduli
"Sabin , kau tidak tau ? akhir-akhir ini dia selalu murung , aku tak mengerti , mungkin yaaa itu masalahnya dengan Jade .. tapi .. aku ingin Zayn yang semangat , lucu dan kau tahu dia sangat sangat semangat dan tak bisa diam jika sedang bersama kami ! tapi lihatlah dia ?" jelas Louis tak menyangka , aku hanya menunduk mencoba mengerti sebenarnya kenapa Zayn ? 
"Aku setuju denganmu Loui" jawab Niall murung
"Guys , sebenarnya disaat seperti itu .. mereka membutuhkanmu .. kalian jangan seperti itu" jelas Alyson . Well , aku setuju dengan Aly
"Itu benar , kalian seharusnya ada untuknya .. sebenarnya kulihat akhir-akhir ini kalian sedikit merenggang dengan Zayn" ucapku . Semua menatapku bingung .
"Yeah mungkin , karena Zayn selalu menghindar dari kami" jawab Niall
"Tidak ! dia tak pernah menghindar dari kalian , setiap dia murung dan sangat butuh support dari kalian , kalian memikirkan urusan kalian , contohnya kau dan Bonnie , Niall" jelasku "Zayn sangat membutuhkan kalian , tolong mengertilah perasaannya .." 

Semua hanya terdiam , terenung .. entah apa yang mereka fikirkan .. semoga mereka bisa mencerna perkataanku .. semua masih terdiam .. aku tak mengerti ! aku kesal ! kenapa mereka hanya terdiam ? apa mereka menanggapi pembelaanku hanya perkataan yang tak ada artinya ? ! 
"Kurasa aku juga tak lapar" ucapku langsung pergi . Aku kesal dengan mereka , kenapa mereka tak bilang 'yeah , kau benar Sabina' ? mereka hanya terdiam !! dan...! Tunggu .. kenapa pintu Zayn tak tertutup ? 

Aku mendekati kamarnya dan melihat Zayn yang sedang menatap keluar jendela .. aku bisa melihat wajahnya yang sedih dari sini 
"Hey Zayn" ucapku sambil mengetuk pintu
"Hey" jawabnya , ia menatapku lesu
"Zayn ..  aku minta maaf soal kemarin" ucapku
"kau tak salah apapun , sedikit pun tidak" jawabnya sangat lembut sambil memberiku senyuman manisnya . Aku hanya tersenyum kecil membalasnya .
"Zayn , kau kenapa ?" tanyaku
"Aku sangat kecewa .. akan semua yang terjadi minggu ini .." Zayn terhenti dan melihat keluar jendela lagi "Maksudku , aku sangat senang kau datang .. tapi .. aku rasa the boys tak menyukaiku lagi" 
"Zayn !" ucapku keras sambil menarik lengan Zayn agar berbalik ke araku "Aku fans-mu ! yang aku tau kau orang yang sangat hebat ! sangat baik ! sangat semangat ! . Tapi kenapa kau seperti ini ? bukan kau yang kulihat di TV , Youtube atau yang aku dengar di radio ! Zayn yang kulihat adalah Zayn yang selalu ceria , tak mudah menyerah , bisa diajak bercanda , dan selalu membuat semua yang disisinya tak ingin jauh darimu ! sejujurnya 'ya !' aku tak suka kau seperti ini !" ucapku keras . Zayn terdiam .. ia menatapku penuh kaget dan bingung , ini pertama kalinya aku berkata ini padanya , biasanya aku hanya berkata lembut dan gugup di depannya .. 

Zayn menatapku .. mata coklatnya yang indah menatapku .. aku mencintaimu Zayn .. 
"Aku ...." ucapanku terhenti , aku mengeluarkan air mata , aku tak tau kenapa " aku mencintaimu Zayn"
Air mataku mulai mengalir , bisa kurasakan air mata mengalir di pipiku .. aku tak percaya aku mengatakan ini .. aku menutup wajahku dengan tanganku .. aku mencoba untuk bicara meski sambil terisak .. Zayn menatapku dengan sedih dan merasa bersalah ..
"Awalnya .. aku mengira ini hanya .. perasaanku sebagai fans-mu .. tapi .. ini berubah .. aku sangat mencintaimu .. bukan karena aku fans-mu .. aku .. " aku tak sanggup bicara banyak , terlalu menyakitkan "Bukan ini Zayn yang ingin kulihat sebenarnya .. Aku ingin melihat Zayn .. yang lembut .. yang selalu ceria dan membuat seseorang tertawa karena tingkahnya .. itu yang ingin kulihat darimu .. karena aku mencintaimu" ucapku sembari terisak , aku bisa merasakan Zayn memelukku , aku berada di pelukannya .. sesuatu yang sangat kusukai ..
"Maafkan aku .. aku .. tak tau .. aku juga tak menyangka bisa seperti ini .. aku .."
"Sssshh .. tak ada yang salah denganmu" ucap Zayn sangat lembut .. masih memelukku erat .. aku bisa merasakan dadanya yang hangat memelukku , tangannya yang lembut berada di punggungku dan rambutku .. Aku tak bisa membalas pelukannya .. aku tak tau kenapa .. terlalu sakit untuk bisa mengetahui kenyataan kalau Zayn tak mencintaiku .. Air mata terus mengalir setiap aku memikirkan itu , Zayn hanya memelukku dan mencoba untuk menenangkanku
"Sabina listen .. listen .. sssh" ucapnya melepaskan pelukannya dan menatapku tajam "Jangan pernah berfikir aku tak menyayangimu .. aku sangat menyayangimu , mencintaimu .."
"hanya sebagai adik ? .. yeah aku mengerti .. aku mengerti .. tak usah diperjelas .. aku tak pernah bermimpi kau akan mencintaiku seperti kau mencintai Jade .. atau Esther .. " ucapku sambil menangis lebih keras , Zayn menatapku merasa bersalah dan kasihan kepadaku "Maafkan aku .. aku tak tau kenapa ini bisa terjadi .." 
"Sabina , berhenti bilang maaf .. kau tak salah .. sama sekali tak salah" ucap Zayn sangat lembut ..
"Zayn .. don't be so soft ! aku tak mau kau mengasihaniku .. tak usah !" ucapku keras .. aku tak mengerti kenapa emosi-ku sedang naik jika sedang menangis 
"Sabina .. kenapa ?" tanyanya lembut
"Aku .. hanya harus pergi.. Zayn maafkan aku .." Aku melepaskan pegangannya di kedua pundakku , aku berlari ke kamarku .. meninggalkan Zayn yang bingung disana .. aku tak tau apa yang terjadi .. kenapa aku tiba-tiba bilang begitu ? well .. mungkin lebih baik .. karena aku akan pergi besok .. lebih baik aku menyatakannya .. 

Aku hanya berbaring di kasur dan menangis dengan sebuah guling di pelukanku .. aku berbohong padanya .. aku selalu berharap kalau aku dicintai Zayn , seperti Zayn mencintai Jade .. aku ingin dicintai seperti itu .. bukan seperti adiknya .. aku selalu bermimpi suatu saat aku bisa berpacaran dengannya .. namun aku tak pernah bisa mengatakannya .. 


***

Kepalaku pusing karena banyak menangis .. aku terbangun oleh ketukan di pintu kamarku . Semakin lama ia mengetuk semakin keras . 

Aku segera beranjak dari tempat tidur . Sangat lemas dan masih sedikit pusing . Aku merapikan rambutku dengan tanganku dan segera berjalan lesu menuju pintu . Aku membukanya dengan amat lesu
"Hey" sapa lelaki di depan pintuku .. itu Josh
"Hey" jawabku masih sedikit ngantuk . Josh menatapku bingung "Apaa ?" tanyaku bingung
"Kau habis menangis ?" tanyanya khawatir
"Ohh tidak ! aku hanya .. habis bangun tidur , hehe" ucapku setengah bohong dan setengah jujur
"Ohh oke .." ucapnya masih sedikit curiga . Josh menatapku lagi bingung "Kau lupa ?" tanyanya
"Lupa .. apa ?" 
"Kau masih muda tapi sudah pelupa ! kami merayakan sehari sebelum kepergianmu . the boys dan Alyson menunggumu untuk pesta barbeque" jelasnya . Seketika aku baru ingat ! aku kaget dan lupa karena kejadian tadi siang ! bodohnya aku !
"Oooh ! aku lupa ! baiklah tunggu 3 menit .. hanya mengganti pakaian dan merapikan rambutku ! hanya sebentar !" ucapku cepat . Aku langsung menutup pintu mengganti pakaianku dengan dress lengan panjang , dan selutut , mengikat rambutku dan membuka pintu lagi ..
"Wuu cepat dan tepat" ucap Josh terpana melihatku
"Maaf aku benar-benar lupa" ucapku pada Josh 
"Haha tak apa . Hanya telat beberapa menit saja" ucapnya "dan ngomong-ngomong kau terlihat sangat cantik .. well .. seperti biasa" pujinya . Kami mulai berjalan menuju lantai bawah dan pergi ke tempat kami berpesta barbeque .
"Thanks Josh .. you're really kind" ucapku pada Josh
"You too .. " jawabnya . 

Kami sudah memasuki lift . Josh menatapku sedikit aneh .. aku tak mengerti tapi .. itu menggangguku .
"Sabina ?" ucapnya tiba-tiba . Aku langsung menatapnya , dia menatapku begitu serius , sangat aneh karena dia tak pernah menatapku seperti itu sebelumnya 
"Ada apa ?" tanyaku bingung .Jantungku mulai berdegup cepat saat Josh menatapku seperti itu . Aku bingung dan sedikit aneh ..
"Ada satu hal yang ingin aku bilang sebelum kau pergi .. Ini sangat penting .. aku .." ia tak melanjutkan pembicaraannya karena tepat saat itu , pintu lift terbuka . Kami sudah sampai di lantai bawah . Aku melihatnya lagi dan bertanya "Aku apa ?" 
"Aku pasti akan merindukanmu .. semua akan sepi tanpamu" ucapnya cepat . Sungguh .. ia sangat terlihat aneh ..
"Oww.. aku juga akan merindukanmu" jawabku . Aku segera melanjutkan jalanku dengan Josh . Josh terlihat aneh , seperti ingin bicara namun tidak .. aah aku tak mengerti .. yang pasti ia terlihat sangat aneh .

Tak lama kami sampai di tempat kami merayakan pesta barbeque . Disana ada the boys , Alyson , dan ... Esther .
"Hey guys , maaf sudah membuat kalian menunggu" ucapku sedikit gugup . Esther menatapku dengan senyuman merekah di wajahnya
"Kurasa , tak hanya satu orang yang akan pergi , tapi 2 orang . Itu sangat menyedihkan" ucap Alyson . Aku tau orang yang ia maksud .. pasti Esther .
"Yeah .. kita akan ditinggal oleh orang yang sangat special dalam 2 hari ini" ucap Harry sedih . Aku melihat kearah Esther , ia sedang tersenyum padaku , Zayn berada di sebelahnya , ia menundukkan kepala saat aku menatapnya . 
"Esther akan merayakan pesta barbeque bersama kita sebelum ia berangkat pukul 8 Malam" ucap kak Liam sambil merangkulku
"Well .. itu bagus" ucapku pura-pura senang
"Terima kasih .. sudah mengizinkanku ikut pesta ini" ucap Esther lembut
"Kami senang kau disini .." ucap Louis
"Zayn ?" tanya kak Liam "Ini serius kemarilah!" . Zayn mulai mendekat , semua the boys mendekat . Ini antara mereka berlima . Kukira mereka akan berbisik tapi ternyata tidak
"Zayn ..we love you !" ucap Louis senang . Yang lain mulai berpelukan memeluk Zayn . Zayn terlihat bingung . Alyson tersenyum senang melihatnya begitu pula Esther dan Josh .
Setelah beberapa detik mereka melepaskan pelukannya
"Wow wow ! ada apa ini ?" tanya Zayn sambil tertawa bingung
"Kau tau .. kami benar-benar menyesal .. bodohnya kami .. kami tidak ada saat kau membutuhkan kami .. kami benar-benar minta maaf" ucap Louis sangat lembut
"Aku tak kenal nadamu itu Loui! haha " ucap Zayn bercanda . Semua menatap Zayn tanpa candaan "huuu oke oke .. maksudku .. you know guys .. kau selalu ada disaat aku membutuhkan kalian .. tapi ya memang aku lebih suka sendiri , dan ini bukan salah kalian .. ini kemauanku .. tapi ini juga kebodohanku .. aku punya sahabat disini ? kenapa aku sia-sia kan ?" ucap Zayn serius "Guys .. i'm so sorry , i love you guys so much !" ucap Zayn senang dan keras . 

The boys mulai berpelukan lagi . Mereka berpelukan terlihat sangat cute dan manis sekali . Aku sangat senang melihat mereka kompak seperti ini . Ini yang ingin aku lihat sejak pertama kali aku kesini .
"Kalau begitu mari kita lanjutkan pestanya !" ucap Zayn senang . Zayn menatapku sambil tersenyum senang , senyum yang tak pernah aku lihat sebelumnya , ia nampak bahagia , seketika jantungku berdegup kencang . Setelah beberapa detik terdiam aku membalas senyumnya dengan lembut .

Semua berkumpul , tiba-tiba ada beberapa orang yang membawakan kayu bakar , aku dan Esther terlihat bingung .
"Well . mungkin akan lebih seru kalau kita menyalakan api unggun !" ucap kak Liam seru , yang lain berseru senang , aku bisa melihat Zayn amat semangat , Esther juga ia tampak tersenyum senang . 

Tak lama Josh dibantu dengan yang lain menyalakan api unggun-nya . Semua duduk melingkari api unggun yang hangat . 
"Ini malam yang menyenangkan" ucapku
"Kita harus membuatnya menyenangkan , babe" ucap kak Liam sambil memelukku dan mengecup keningku penuh sayang . Aku melingkarkan tanganku di badan kak Liam .
"Aku sangat senang bisa menjadi adik dari kak Liam" ucapku lembut , kak Liam tersenyum lembut "Aku sayang banget sama kaka" lanjutku sembari memeluk kak Liam erat , kak Liam terlihat terharu sambil membalas pelukanku dan menjawab
"I really really love you too , my pretty sister"
"kak kalau ada api unggun seperti ini seperti bukan pesta barbeque"
"Haha , entahlah yang penting pesta , 3 hari lagi kami akan melakukan tour" jelas kak Liam
"Semoga beruntung" ucapku sambil memeluk kembali kak Liam

Beberapa menit kemudian kami melepaskan pelukan kami .
"Sepi sekali .. bagaimana kalau kita bernyanyi ?" ucap Niall seru , semua tampak setuju apalagi Alyson yang sedang duduk dekat Harry , ia terlihat amat senang
"Aku akan sangat senang mendengarnya" ucapku semangat "Actually not only me"
"Baiklah kalau begitu lagu apa ? bagaimana menurutmu Aly ?" tanya Harry lembut
"Emm , aku suka lagu kalian yang .. Summer Love" jawabnya
"Itu lagu yang sangat romantis , aku menyukainya juga" ucap Esther yang duduk di sebelah Zayn . Ia terlihat tersenyum senang .
"Baiklah , kau dulu Liam" 

Can't believe your packin' your bags 
tryin' so hard not to cry
........................

Lagu selesai , aku , Esther dan Aly bertepuk tangan , the boys terlihat bersemangat , aku tak pernah berasa sebahagia ini , aku senang melihat the boys ceria dan bahagia .. itu yang ingin aku lihat dari kemarin , aku sangat senang bisa menjadi adik kak Liam .. jika tidak .. mungkin aku tak akan merasakan kebahagiaan ini .
"Kurasa aku akan pergi besok hari saja" ucap Esther tiba-tiba "Aku tak akan melewatkan kebahagiaan ini" lanjutnya tersenyum lembut 
"Itu ide yang bagus" ucap Zayn lembut sambil tersenyum pada Esther . Aku bisa merasakan ada hawa panas menghampiriku .. Sial .. aku cemburu 
"Ayo mending kita langsung makan saja !" ucap Niall semangat . Semua berseru senang setuju , semua segera mengambil sosis besar yang baru saja matang . Aku bisa melihat semua terlihat senang .. mulai dari Josh yang duduk bersebelahan dengan Alyson .. dan Esther .. aku baru pertama kali melihatnya sesenang itu . Aku tak mengerti , susah rasanya menghilangkan rasa benci yang sudah terlanjur tertanam di dalam diriku pada Esther ..
"Nikmati malam ini Sabin" ucap Harry yang tanpa kusadari sudah berada disampingku , aku langsung memutar kepalaku kearahnya , ia tersenyum amat manis dan lembut , aku membalaskan senyumannya dengan lembut juga
"Of course , i will" ucapku tersenyum senang , Harry merangkulku dan meletakkan kepalaku di bahunya , dalam beberapa detik aku sudah melepaskannya , aku bisa melihat Josh memperhatikanku dengan Harry , ia terlihat tersenyum kepadaku tapi ada yang aneh dengannya .. senyumannya .. seperti dia sedang sedih .. aku tak mengerti ..

The Boys sedang bermain seru dan mengobrol asyik untuk perencanaan tour-nya . Alyson juga sedang bergabung dengan mereka ikut mengobrol seru . Tiba-tiba Josh menghampiriku dan duduk disampingku .
"best night ,huh ?" tanyanya sembari tersenyum manis
"yeah .. aku sangat suka melihat the boys bahagia dan sangat akrab begitu .. sungguh" ucapku membalas senyumnya "Walaupun terkadang mereka jahil asalkan mereka bersama dan kompak .. aku tetap suka" lanjutku
"Mereka sangat jahil , mereka pernah membuatku menangis , kau tahu" 
"Benarkah ? karena apa ?" 
"Mereka pernah bilang kalau aku di keluarkan dari band , tentu saja aku shock dan menangis ! aku sempat dendam pada mereka haha .. tapi sudahlah .." kenang Josh sambil tertawa menatapku
"Hahaha mereka benar-benar keterlaluan .. poor Josh haha" candaku , Josh terlihat tertawa mengenangnya
"I'll miss you Sabin" ucap Josh tiba-tiba , aku menatapnya .. matanya tepat menatapku sambil memberiku senyuman manisnya .. aku cepat-cepat berpaling dan menjawab
"I'll miss you too" dengan cepat . 
"Promise ?" tanyanya serius , aku menatapnya penuh tanya dan bingung
"Yeah tentu saja Josh" ucapku masih bingung . Josh menatapku dalam , aku menatapnya juga .. Bisa kulihat Josh terlihat sedih .. tiba-tiba aku dan Josh tersontak oleh teriakan Niall berkata 
"I like irish dance ! Zayn kau bawa i-phone-mu ?" tanya Niall sambil berteriak
"Yeah , aku bawa , mau apa ?"
"Aku ingin kita semua melakukan dance ! putar musiknya dari handphone-mu !" jawab Niall keras
"haha , aku tak suka dance" ucap Zayn cemberut
"Ayolah Zayn ! kutahu kau bisa , kau hanya malu" ucap Esther tiba-tiba , Zayn langsung menatapnya dan tersenyum kecil
"Oke aku putar musiknya" Zayn lalu mengotak ngatik iphone-nya sebentar dan menyimpannya di batu lalu beberapa detik kemudian , musik mulai bermain .. musik ... Harlem Shake ?! 

Setelah sadar itu 'Harlem Shake' , semua terlihat berteriak seperti anak kecil , mereka begitu bersemangat dan menari tak karuan . 
"Ini musik yang seru !! haha ayo menarilah!" ucap Harry keras sambil melanjutkan tarian yang tak jelasnya itu 
Bisa kulihat Zayn begitu gembira disana . Alyson sedang berdansa gila dengan Harry , mereka terlihat tertawa bersama , Louis dan kak Liam entah sedang apa yang pasti mereka berdansa tak karuan . Niall sedang melakukan Irish dance yang sama sekali tak kukenal . Mereka terlihat sangat manis , aku sangat senang melihat mereka yang terlihat bahagia dan sangat sangat bersahabat itu . 

Josh tiba-tiba berdiri dan melakukan gerakan tarian yang aneh dengan mengangkat kedua tangannya keatas sambil berlompat-lompat tak karuan . Semua terlihat menyuraki Josh dengan semangat . Semua tiba-tiba mengganti gerakan sambil melakukan gerakan yang kaku , Niall melakukan gerakan robot yang sangat baik , Aly sedang bertepuk tangan kagum pada Niall .

Semua terlihat menari gembira .. semua .. kecuali aku dan Esther .. Tiba-tiba Josh menarik kedua tanganku mendekat ke api unggun sambil terus menari tak karuan .
"Ayo ikuti gerakanku !" ajaknya keras , semua terlihat melanjutkan tarian tak karuan mereka
"Aku tak bisa .."
"Kau hanya malu ! ayolaah" ajak Josh seru , aku langsung melakukan gerakan ala-ku sendiri dengan mengangkat kedua tanganku kesamping dan melakukan gerakan tak jelas "Haha begini saja !" ucap Josh menarik kedua tanganku dan meletakan dibahunya , lalu berlari sambil berdansa tak jelas mengelilingi api unggun pelan dan kaku .
"Ini gila !" ucapku sambil tertawa malu
"Haha namanya juga tarian Harlem Shake" jawabnya sambil tertawa . Perlahan aku mulai sadar Zayn sedang tertawa melakukan tarian gilanya bersama Esther , semua terlihat tak aneh dan the boys-pun tak merasa aneh dengan keakraban mereka .. tak ada yang merasa aneh .. hanya aku ..
Aku tak pernah melihat Zayn sebahagia itu dengan Esther  .. dan apalagi Esther terlihat sudah berkawan lama dengan the boys .. ini benar-benar menyakitiku .. entah kenapa aku tak suka melihat Esther lebih dekat dengan the boys .. Aku tak mengerti kenapa seperti ini .. tapi sungguh aku tak suka .. 

"Sabina ?" tanya Josh memudarkan lamunanku 
"Yeah ?" tanyaku seperti orang bodoh
"Kau kenapa , kenapa kau melihat the boys dan Esther seperti itu ?" tanya Josh
"Haha , seperti apa ?" tanyaku berpura-pura tak tau
"Yeah begitu , seperti marah , kau tak apa ?" tanyanya terlihat khawatir dan bingung
"Tentu , aku tak apa" jawabku sambil tersenyum melanjutkan dansa gila-ku dengan Josh . Semua terlihat bahagia .. Zayn .. ia sedang berdansa gila seperti aku dan Josh namun bersama Esther .. Esther terlihat bahagia dan sangat mesra dengan Zayn .. Ya .. aku cemburu .. 

Kenapa bukan aku yang kau pegang tangannya Zayn ? kenapa bukan aku yang berdansa denganmu Zayn ?
"Sabina kau seperti itu lagi" ucap Josh tiba-tiba , aku langsung menatapnya salah tingkah .. sial .. aku tertangkap lagi .. 

Tiba-tiba Josh melepaskan dansanya , aku berdiri bingung dan merasa bersalah .. Apakah Josh marah ? "Aku tau apa yang kau mau" ucap josh terlihat mengerti .. Tapi mengerti apa ? 

Ia tiba-tiba mendekati Esther , perlahan Zayn melepaskan dansanya juga .. sekarang Josh melakukan dansa yang tadi kulakukan dengan Esther , tak ada bedanya , Esther juga terlihat sangat senang .. 
"Kau mau juga ?" tanya Zayn sambil tersenyum , aku menatapnya penuh malu , bisa kurasakan pipiku berubah menjadi merah . Apa Zayn lupa kejadian tadi siang ? bodoh .. kenapa begini jadinya ? apa dia berpura-pura kejadian tadi siang tak terjadi .. kurasa harlem shake hanya 7 menit tapi kenapa serasa seperti 30 menit ? Zayn tiba-tiba menarik tanganku dan langsung melakukan dansa gila-nya dengan cepat , aku bingung .. aku tak tau kenapa .. Zayn hanya tertawa gembira , yang lain juga tak memerhatikan aku dan Zayn .. tapi kenapa aku merasa gugup dan malu ? sebenarnya apa ?
"Zayn .. aku .."
"Sssh .. nikmati saja malam special ini .. aku ingin kau senang .. aku ingin melihatmu tersenyum senang .." ucap Zayn amat lembut sambil terus melanjutkan dansa gila dengan iringan Harlem Shake
"Aku sangat senang , kau senang .. aku ingin melihat Zayn yang ceria seperti ini" ucapku , bisa kurasakan bola air mata-ku sudah mengumpul .. tiba-tiba aku tak bisa menahan air mataku yang ingin keluar ini , Zayn menatapku bingung dan merasa bersalah "Zayn .. jika kau mencintai wanita yang kau sukai .. jangan biarkan ia pergi .. karena bisa saja kesempatan itu tak akan datang lagi .." ucapku
"Aku tak mengerti Sabin .."
"Mengertilah .." ucapku menghentikannya sambil menatapnya dengan mataku yang penuh dengan linangan air mata "Kau pasti mengerti .." lanjutku sambil menangis . Tiba-tiba dengan cepat tangan Zayn memelukku erat , aku terkaget dan langsung diam bingung .. pelukannya ia sembunyikan dengan dansa gila yang masih terus berjalan .. bisa kurasakan pelukannya di tubuhku .. hangat .. dengan iringan musik Harlem Shake yang entah kenapa tak berhenti ..
"Zayn ?" tanyaku bingung "Lepaskan .. atau semua melihat kita"
"Aku tak pernah bermaksud untuk melukaimu .. aku tak pernah menyangka akan begini jadinya .. aku tak pernah ingin sedikit-pun menolakmu .. karena aku tak pernah tau kau menyukaiku seperti ini" ucapnya cepat dan amat pelan juga lembut
"Zayn .. tak perlu begitu .. aku sangat mengerti .. tak perlu merasa bersalah begitu" ucapku sambil terus menangis , aku berharap tak ada yang melihatku , tapi kurasa semua masih menari gila "Zayn .. seriously , i'm really oka..."
"I know you're not !" ucapnya menghentikan perkataanku , sambil memelukku lebih erat lagi .. 

Ya Zayn .. i'm really not okay .. i need you .. i love you .. i want you to be mine .. i want you .. i really want you .. because i really love you .. 
"Zayn sungguh .. tolong lepaskan aku" ucapku sambil mendorongnya pelan , ia mulai melepaskan pelukannya .. Dia menatapku dalam , aku membalasnya dengan tertawa dan senyuman palsu yang kupasang di wajahku .. tiba-tiba Niall berteriak
"Serius Zayn kenapa musiknya lama sekali ?!" tanya Niall keras "Aku lelah sekali !" lanjutnya
Zayn langsung berpaling dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa dan berkata normal kembali "Aku menekan tombol repeat di lagunya !" jawab Zayn sambil tertawa manis , semua terlihat berteriak dan tertawa geli .. Aku tau itu lucu tapi entah kenapa aku sedang tak selera tertawa disaat seperti ini .. 

Zayn menatapku lagi sambil tersenyum padaku , ia masih memegang kedua tanganku , aku perlahan melepaskan tangannya , dan berkata keras
"Ini sudah malam boys girls .. aku sudah ngantuk dan aku harus tidur .. aku tidur duluan ya , silahkan saja lanjutkan pestanya tanpa aku" ucapku keras , dengan semua mata mengarah padaku aku langsung berlari ke lift dan menuju ke lantai atas . 

Tiba-tiba tanpa kusadari air mataku mengalir , aku menangis . Aku benar-benar tak mengerti .. aku mencoba untuk membiarkan Zayn .. tapi kenapa .. tetap saja aku tak bisa ! .. 

Dengan pipi penuh linangan air mata , aku keluar dari lift dengan berlari dan menutup pintu .. aku langsung berbaring di tempat tidur .. memeluk bantalku .. dan tentu saja .. menangis .. 

Aku tak pernah membayangkan aku akan seperti ini .. aku tak pernah membayangkan ini terjadi .. 
'cklek' tiba-tiba pintu kamarku terbuka , sontak aku langsung menghapus air mataku dan .. ia mulai mendekatiku .
"Sabin ?" tanya suara yang sudah tak asing itu
"Ada apa kak ?" jawabku , menatap kak Liam sambil memasang senyuman palsu
"Kamu kenapa sis ?" tanya-nya lagi . Kak Liam menatapku penuh arti 
"Aku ga kenapa-kenapa ko'" jawabku sambil tersenyum palsu . Kak Liam pasti tahu aku bohong , ia kaka-ku .. ia pasti tahu .. 
"Jangan bohong .." ucapnya serius , aku mulai menghilangkan senyum-ku diwajahku , aku menatap dalam kak Liam dan .. air mataku berlinang lagi , aku mulai terisak , kak Liam memelukku dengan lembut , aku menangis dengan kedua tangan di wajahku , aku bisa merasakan air mataku membasahi t-shirt kak Liam ..
"Jika kamu mencintai seseorang .."
"Aku tak mencintai siapapun kak" ucapku cepat sebelum kak Liam melanjutkan pembicaraannya 
"Ayolah sayang .. semua tau .. kau tak perlu menyembunyikannya" ucap kak Liam , aku menatapnya dengan malu
"Apa Josh yang bilang ?" tanyaku masih terisak
"No ! the boys , Alyson dan Esther tahu .. mereka dekat dengan Zayn , mereka tahu Zayn bagaimana .. Zayn selalu menceritakan pada kami .. karena tak ada rahasia diantara kami semua .. tolong jangan marah padanya .. dia tak salah .."
"Aku tak marah padanya" ucpaku cepat "Aku senang kalian sangat terbuka .. kalian benar-benar sahabat yang .. hebat" ucapku sambil menangis , kak Liam memelukku lebih erat , bisa kurasakan tangannya membelai rambutku 
"Semua tau kau mencintai Zayn .." ucap kak Liam , itu membuatku sakit .. jadi selama ini semua sudah tahu ? lalu kenapa mereka berpura-pura tak tau ? dan aku tak menyangka Zayn menceritakan semuanya pada semua orang .. aku tau mereka sahabat tapi ... aku masih ingin ini dijadikan rahasia diantara aku dan Zayn .. karena bagiku .. perasaan ini amatlah privasi dan  sangat berharga untuk diketahui orang lain .. tapi kenapa Zayn bilang ke yang lain ? .. 

Tentu saja .. karena dia tak menganggap perasaan ini special .. ini layak di publikasikan .. tapi tidak bagiku .. selama ini .. perasaan ini .. bertepuk sebelah tangan .. 

"Apa kau mau ditemani tidur ?" tanya kak Liam lembut
"Tak usah kak , aku sudah besar haha" ucapku sambil tertawa kecil .. itu palsu .. Kak Liam melepaskan pelan pelukannya .. ia menatapku serius ..
"Banyak yang sayang padamu Sabin .. dan kau tahu .. Zayn juga menyayangimu .. tapi tidak dengan caramu menyayanginya .. dan kamu harus mengerti itu .. seperti pepatah kuno yang selalu bilang 'Cinta tak harus memiliki' .. kamu harus percaya dan menerima itu , karena Cinta itu tak sepenuhnya indah .. pasti ada sakitnya .." jelas kak Liam sambil tersenyum manis , aku membalas senyumannya malu dan .. aku menangis lagi "Kau tahu Sabin , aku juga pernah merasakan sakit itu saat aku SMA .. aku bersyukur pernah merasakan itu .. jadi aku tak pernah lagi mencintai orang yang tidak mencintaiku .. itu menyakitkan .. kau tahu , kau beruntung kau mencintai orang sebaik Zayn .. dia sangat menjaga hati seorang wanita .. Kau masih beruntung sayang .." lanjutnya . Dari cara bicara kak Liam ,, ia sudah seperti mama .. aku terus menangis , kak Liam memelukku lagi dengan lembut , aku membalas pelukannya dengan menangis .. kak Liam dengan perlahan mulai melepaskan pelukannya lagi 
"Kau harus tidur atau kau terlambat esok pagi" ucap kak Liam sambil memberi kecupan selamat malam di keningku , aku membalasnya dengan senyuman dan berkata "I love you" pada kak Liam , ia menjawabnya sambil tersenyum sayang padaku ..

Sejujurnya .. tidak apa jika Zayn tak merasakan rasa cinta yang aku rasakan padanya .. yang terpenting .. aku senang .. di kelilingi oleh orang-orang yang sayang padaku .. aku sangat menyayangi mereka .. Kak Liam , Harry , Niall , Louis , Zayn , Alyson , Josh .. mereka orang yang sangat berharga .. aku mencintai mereka .. sangat mencintai mereka .. 


***

GO TO PART X